Langsung ke konten utama

NGETRIP GAMPANG BARENG VIZITRIP

Punya waktu luang tapi gak punya uang? Atau punya uang tapi gak ada waktu luang? Nah yang terakhir ini biasanya yang paling banyak dialami sama orang-orang di usia produktif. Ketika keinginan menjelajah nusantara dan dunia sedang membuncah pada puncaknya, namun apa daya waktu dan tenaga habis diserap untuk bekerja. Tidak dipungkiri memang bahwa liburan menjadi pilihan menjanjikan untuk melepas penat dan stressnya pikiran, terutama bagi pekerja di wilayah urban.

Menurut tirto.id berdasarkan survei Harvard Business School, sekitar 94% profesional bekerja lebih dari lima puluh jam per minggu. Ini artinya mereka bekerja selama kurang lebih sepuluh jam setiap harinya. Belum termasuk lama perjalanan pulang pergi dari rumah ke kantor, meeting di luar, lembur, hingga aktivitas lainnya. Kalau dihitung, dalam satu bulan mereka menghabiskan sekitar 200 jam lebih untuk bekerja. Nah jadi inilah yang membuat liburan menjadi solusi tepat untuk melepas kejenuhan dan kelelahan bagi para pekerja. Sebagai informasi nih, liburan dapat menurunkan kadar kortisol atau hormon yang menyebabkan stress.

Sumber: www.vizitrip.com

Eitsss, namun terkadang masalah muncul ketika harus memilih destinasi, akomodasi, hingga itinerary untuk liburan. Maklum saja, untuk merencanakan liburan yang sempurna, persiapannya pasti akan membutuhkan banyak waktu, tenaga, dan pikiran. Tapi sebenarnya tidak perlu terlalu kawatir, dengan perkembangan teknologi internet, perencanaan #liburanjadimudah dengan Trip Bareng Vizitrip. Apa sih Vizitrip ini? Nah kalian yang pada mager alias males gerak dan gak mau ribet, tapi tetap ingin enjoy to the fullest pas liburan, cocok nih pakai Vizitrip. Vizitrip adalah penyedia layanan wisata berbasis website, atau bahasa kecenya one stop holiday. #Liburanjadimudah tanpa harus pusing memikirkan segala macam printilan yang bikin kepala nyut-nyutan. Dengan Vizitrip kamu bisa membeli paket akomodasi yang sudah lengkap dengan penginapan termasuk sarapan, rencana perjalanan, pemandu, dan transportasi. Cuma itu kelebihannya? Oh tentu tidak, dengan Vizitrip kita bisa mengatur sendiri kapan dan dimana saja mau berlibur, bahkan bisa memesan dimenit-menit terakhir. Gimana dengan harganya? Tentu penawarannya tak main-main guys, Vizitrip menawarkan paket lengkat dengan lowest budget. Kapan lagi bisa menjelajah Bangkok tiga hari dua malam hanya dengan mengeluarkan uang sebesar 622.000 rupiah saja. Sudah lengkap dengan penginapan, sarapan dan transportasi selama di sana. Gimana? Selain ramah di kantong, kita pun tidak perlu capek-capek browsing untuk membandingkan harga penginapan satu dengan yang lain. Selain hemat, budgetnya pun bisa dialokasikan untuk shopping di salah satu surga belanja terkemuka di Asia Tenggara.

Selama tiga hari di bangkok, Vizitrip akan membawa kita menikmati lanskap kota di Sungai Chao Phraya, melihat pesona Kuil Wat Arun, hingga berkunjung ke Gems Jewellery Factory untuk berbelanja beragam perhiasan. Tenang, bagi yang suka berpetualang, Vizitrip juga menyediakan waktu bebas untuk kita bisa menjelajah sendiri tempat-tempat lain yang ingin dikunjungi. Kalau mendadak harus batal liburan? Tenang.... Vizitrip melayani pengembalian uang lima hari setelah pembayaran atau dua minggu sebelum keberangkatan. Wah... kurang apalagi coba guys?

Vizitrip juga cocok bagi kalian yang suka bepergian sendiri alias solo traveller, selain mudah dan aman bagi perempuan, bergabung dengan open trip dapat memberikan pengalaman yang seru. Kalian bisa bertemu dengan orang-orang baru dari berbagai daerah dan memperluas jaringan tanpa harus takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Teruntuk para jomblo, open trip bisa jadi pilihan untuk mencari pasangan. Hehehe... Jangan lupa kunjungi websitenya di sini ya. Happy Holiday.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TOILET PEREMPUAN

Agak sedikit aneh ketika masuk toilet perempuan tapi yang bersihin cleaning servicenya seorang cowok. Biasanya toilet umum ini ada di lokasi lokasi yang justru sering banget dikunjungi banyak orang. Misalnya stasiun, nah pernah suatu hari saya sedang merapihkan jilbab saya di toilet perempuan. Karena merasa ruangan adalah khusus perempuan saya bukalah jilbab saya sembari merapihkan rambut rambut. Tiba tiba ada seorang pria masuk, refleks saya bilang dong kok main masuk masuk aja. Trus dia bilang dia mau bersihin toilet. Lah ini kan toilet cewek, harusnya yang jadi petugas kebersihan cewek juga kan? langsung saya bilangin tuh paling gak ngetuk dulu kek, kalau ada cewek yang lagi ganti baju atau mungkin yang lain gimana coba? Trus si petugas cowok bilang dia hanya petugas biasa aja. Iya bener sih, ah begini ni.. Akhirnya setelah saya merapihkan jilbab saya pergi ke customer service di stasiun itu, saya mengisi form kritik dan malahan saya bilang langsung ke mbak mbak cs nya. Iya iya aja ...
Pergi dan Dendam Beberapa hari yang lalu sekitar tanggal 19 sampai 25 Mei saya mendapat tugas liputan ke pulau paling barat Indonesia. Aceh dan Sumatera Utara menjadi tujuan selama seminggu ke depan.  Sebulan terakhir media diisi dengan headline mengenai terdamparnya imigran asal Bangladesh dan Myanmar di Indonesia dan negara sekitar. Saya pun tak sengaja mengunjungi sebuah penampungan pengungsi di daerah Aceh Tamiang. Tak banyak memang yang ditampung, bahkan daripada penampungan lain di Kuala Langsa maupun Lhoksukon, tempat ini bisa dibilang terbaik. 47 pengungsi menempati sebuah wisma SKB Karang Baru Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Sekitar 9 kamar tersedia untuk mereka termasuk makan, minum, dan kebutuhan lainnya. Petama kali datang saya langsung disambut dengan perdebatan kecil antara pria Bangla (sebutan untuk orang Bangladesh) dan pria Myanmar etnis Rohingya. Pria Bangla mengambil sabun batang yang diklaim sebagai milik pria Myanmar, seketika pertengkaran muncul. Pen...

Ancaman Media Sosial sebagai Sumber Konflik Nasional

Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa memilki komponen masyarakat yang beragam, baik dari suku, karakteristik, budaya, hingga agama. Keberagaman ini memberikan corak tersendiri, namun juga berpotensi melahirkan benturan atau konflik. Menurut Karl Marx, konflik terjadi akibat adanya perbedaan kelas, serta ketidakseimbangan dalam masyarakat. Indonesia dengan kemajemukannya memiliki potensi konflik yang besar, terlebih jika konflik yang timbul dalam masyarakat melibatkan dua kelompok yang berbeda. Menurut The Fund for Peace (FFP) pada tahun 2017, Indonesia merupakan negara rentan konflik dengan indeks angka 74,9. Sejarah konflik horizontal di Indonesia pun tak sekali muncul untuk menguji kemajemukan, dimulai dari konflik antar suku Dayak dan Madura di Sampit pada tahun 1996, kerusuhan di Sambas, konflik antar agama di Ambon, kerusuhan di Sampang, dan yang paling menyita perhatian adalah konflik antara sebagian masyarakat muslim dengan mantan gubernur DKI Jakarta Basu...